BETERNAK MERPATI POS

Di Eropa saat Perang Dunia I maupun II, merpati pos memegang peranan penting. Di Indonesia, merpati pos juga dimanfaatkan selama Revolusi Fisik tahun 1945 sampai 1949. Ketika itu pesawat radio memang sudah ada. Tetapi pesan rahasia yang disampaikan melalui radio akan mudah diketahui oleh pihak lawan. Sementara jaringan telepon belum seluas sekarang. Telepon genggam (HP) juga belum ada. Karenanya, burung merpati pos menjadi sangat populer untuk menyampaikan pesan singkat tetapi rahasia. Tetapi jangan salah duga. Merpati pos bukan pengantar surat. Jadi dia tidak mungkin diminta untuk mengantar surat ke sembarang tempat. Yang bisa dilakukannya hanyalah membawa surat dari mana saja ke rumahnya. Berapa pun jauhnya dari rumah, si merpati tetap akan bisa menemukan jalan pulang, dan tentu saja sambil membawa pesan.
Read the rest of this entry

Menyusuri Kota Cepu

Read the rest of this entry

Berawal dari pertanyaan beberapa teman : “Cepu itu di mana sih ? Kotanya kayak apa sih ?” … liburan akhir bulan Maret lalu, selain tuk silahturahmi dengan keluarga di sana, ku coba jua tuk merekam beberapa sisi dari kota ini.
DI MANA CEPU ITU?
Cepu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah. Lokasinya terletak di tepi Sungai Bengawan Solo yang memisahkan Prop. Jateng dan Jatim

SEJARAH KOTA CEPU

Belum ada bukti autentik ataupun pernyataan resmi sejarah yang dapat menjelaskan sejarah berdirinya Kota Cepu. Tetapi ada beberapa cerita di masa lampau yang setidaknya menceritakan kelahiran atau asal muasal berdirinya Kota Cepu. Cerita-cerita tersebut yaitu:

  1. Kata Cepu berasal dari senjata Adipati Tedjo Bendoro (dari Tuban) yang berupa pusaka kecil bernama Cempulungi. Pusaka Cempulungi inilah cikal bakal kata Cepu yang akhirnya diabadikan sebagai nama Kota di sebelah Barat Bojonegoro (wilayah yang ditaklukkan Adipati Tedjo Bendoro)
  2. Masih pada cerita yang sama, yaitu seputar Adipati Tedjo Bendoro dan Wilayah Bojonegoro. Hanya saja fokus cerita yang berbeda. Dimana dulu konon terjadi peperangan antara Adipati Tuban yaitu Tedjo Bendoro dengan Adipati Djati Koesoema dari Bojonegoro. Peperangan itu dimenangkan oleh Adipati Tuban. Oleh karena itu semua apa yang dimiliki Adipati Bojonegoro seperti kekayaan dan putri-putrinya harus diserahkan. Termasuk putri tercantik yang nernama Retno Sari. Akan tetapi karena ia keberatan, maka ia melarikan diri. Nah.. dalam pengejaran tersebut Sang Adipati Tuban melepaskan pusakan andalannya itu dan tepat menancap di paha (pupu) sang putri. Menancap dalam bahasa Jawa adalah mancep, di paha dalam bahasa Jawa adalah pupu. Akhir suku kata mancep dan pupu ini lah yang dipercaya sebagai asal mula dari kata Cepu.
  3. Read the rest of this entry