SEJARAH KOTA CEPU

Belum ada bukti autentik ataupun pernyataan resmi sejarah yang dapat menjelaskan sejarah berdirinya Kota Cepu. Tetapi ada beberapa cerita di masa lampau yang setidaknya menceritakan kelahiran atau asal muasal berdirinya Kota Cepu. Cerita-cerita tersebut yaitu:

  1. Kata Cepu berasal dari senjata Adipati Tedjo Bendoro (dari Tuban) yang berupa pusaka kecil bernama Cempulungi. Pusaka Cempulungi inilah cikal bakal kata Cepu yang akhirnya diabadikan sebagai nama Kota di sebelah Barat Bojonegoro (wilayah yang ditaklukkan Adipati Tedjo Bendoro)
  2. Masih pada cerita yang sama, yaitu seputar Adipati Tedjo Bendoro dan Wilayah Bojonegoro. Hanya saja fokus cerita yang berbeda. Dimana dulu konon terjadi peperangan antara Adipati Tuban yaitu Tedjo Bendoro dengan Adipati Djati Koesoema dari Bojonegoro. Peperangan itu dimenangkan oleh Adipati Tuban. Oleh karena itu semua apa yang dimiliki Adipati Bojonegoro seperti kekayaan dan putri-putrinya harus diserahkan. Termasuk putri tercantik yang nernama Retno Sari. Akan tetapi karena ia keberatan, maka ia melarikan diri. Nah.. dalam pengejaran tersebut Sang Adipati Tuban melepaskan pusakan andalannya itu dan tepat menancap di paha (pupu) sang putri. Menancap dalam bahasa Jawa adalah mancep, di paha dalam bahasa Jawa adalah pupu. Akhir suku kata mancep dan pupu ini lah yang dipercaya sebagai asal mula dari kata Cepu.
  3. Versi berikutnya, menurut cerita yang berkembang di masyarakat yang tinggal di kaki Gunung Lawu, bahwa Raden Brawijaya lari ke Gunung lawu untuk menghindari kejaran pasukan Demak yang dipimpin oleh putranya yang bernama Raden Patah, serta dari kejaran pasukan Adipati Cepu yang menaruh dendam lama kepada Raden Brawijaya. Menurut kisah, setelah runtuhnya Kerajaan Majapahit, muncul kerajaan Islam yang berkembang cukup pesat yaitu Kerajaan Demak yang dipimpin oleh seorang raja bernama Raden Patah, masih merupakan putra Raden Brawijaya. Beliau menjadikan Kerajaan Demak menjadi kerajaan besar di Jawa. Pada saat itu Raden Patah bermaksud mengajak ayahnya yaitu Raden Brawijaya memeluk agama Islam, akan tetapi Raden Brawijaya menolak ajakan anaknya untuk memeluk ajaran yang dianut Raden Patah.  Kita abaikan perseteruan antara ayah (Prabu Brawijaya) dan anak (Radden Patah) tersebut. Pada kisah lain  diceritakan bahwa pasukan Cepu yang dipimpin oleh Adipati Cepu bermaksud menangkap Raden Brawijaya hidup atau mati. Kali ini Raden Brawijaya lari ke arah puncak Gunung Lawu menghindari kejaran Pasukan Cepu tapi tak satu pun dari pasukan Cepu yang berhasil menangkap Raden Brawijava yang lari ke arah puncak Gunung Lawu melalui hutan belantara.  Didalam persembunyian di Puncak Gunung Lawu, Raden Brawijaya merasa kesal dengan ulah Pasukan Cepu. Lalu ia mengeluarkan sumpatan kepada Adipati Cepu yang konon isinya jika ada orang-orang dari daerah Cepu atau dari keturunan langsung Adipati Cepu naik ke Gunung Lawu, maka nasibnya akan celaka atau mati di Gunung Lawu. Dan katanya bahwa sumpatan dari Raden Brawijaya ini sampai sekarang tuahnya masih diikuti oleh orang-orang dari daerah Cepu terutama keturunan Adipati Cepu yang ingin mendaki ke Gunung Lawu, mereka masih merasa takut jika melanggarnya.

Serta masih ada beberapa cerita yang kebenarannya masih diperlukan kajian lebih dalam lagi, karena masih ada beberapa kesimpangsiuran di dalamnya. Terlepas cerita mana yang benar, setidaknya cerita-cerita tersebut dapat menerangkan bahwa Kota Cepu tidak serta merta muncul begitu saja. Kita berharap suatu saat aka nada penelitian ilmiah yang dapat mengupas tuntas mengenai asal mula nama Cepu dan Kota Cepu.

(diambil dari berbagai sumber)

Iklan

Posted on Juli 31, 2011, in Cepu. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. bener yg dari kisah pasukan cepu mencari brawijaya di gunung lawu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: